Willkommen, neue Welt

 

Selamat datang didunia "baru".  Setelah sekian lama tidak menulis dan menuangkan ide melalui dunia tulisan,  hari ini saya akan kembali belajar untuk berkata-kata lewat tulisan.
Saya adalah seorang pembelajar dengan tipe audio kinestetik,  agak kurang suka sesuatu yang visual tapi selalu mencintai suara, nada, dan irama.  Sehingga menulis adalah tetap menjadi sesuatu yang menantang, karena tantangan telah diterima,  mari angkat pena dan rayakan dengan penuh makna.

Baik itulah sedikit pembuka dari sipenyuka suara yang sedang belajar merangkai kata dalam tulisan.
Jauh sebelum laman ini, di pertengahan 2010 saya sudah mulai ngeblog,  lumayan isinya cuma berdebu dan penuh kenangan (mantan) sehingga cukuplah bagi saya membuka lembaran baru, lebih dari satu dasawarsa tidak belajar ngeblog.  Jikalau berkata "seandainya" itu banyak manfaatnya maka saya akan berkata seandainya itu blog dikelola dari dulu,  tentunya sekarang saya bukanlah seperti ini (produktivitasnya) tapi yaa untuk apa kan ? mari kita go ahead kan.  Tulisan ini tentunya dibuat dalam rangka memenuhi challenge nya rumbel menulis IP Kalimanta Barat,  terima kasih komunitas Ibu Profesional yang membuat saya kembali semangat menjalani peran sebagai ibu yang sempat tertatih di awal memutuskan untuk menjadi wanita (bekerja) yang sering diremehkan pekerjaannya.  Tapi itu mindset saya dulu,  ternyata tidak ada yang bisa memulai meremehkan diri kita sendiri kecuali kita mengizinkan, true, and thats the point.  Hal inilah yang menjadi titik balik saya untuk merangkai makna dalam kehidupan nan fana ini.

Selain itu tulisan ini seperti sambutan pembuka untuk bulan yang dinanti-nanti seluruh muslim yang beriman, ya Ramadhan yang sudah didepan mata
sedikit lagi akan kuhadapi.  By the way any way ga pake busway ini adalah ramadhan kedua saya bersama suami dan anak-anak berdikari di rumah sendiri.  Oh ya, tulisan ini juga untuk merayakan 1 tahun kami tinggal dirumah ini.
Mengurusi rumah dan anak-anak berdua dengan suami tentunya punya banyak cerita.  Ramadhan kali ini tentu akan lebih spesial karena si bungsu kami, Uno, sudah semakin lincah dan bergaya.
Untuk mengantisipasi skip makan sahur dan galau menyiapkan hidangan berbuka,  saya sudah menyiapkan beberapa strategi diantaranya,  menyiapkan menu sahur,  belanja sesuai list menu,  menyiapkan bahan masakan sesuai menu alias food preparation,  dan menyiapkan bumbu-bumbu sesuai rancangan menu yang telah dibuat.
Begitu pula berbuka puasa,  saya sudah susun menu berbuka untuk satu minggu pertama.  Termasuk hidangan berbuka.  Long Story short,  semenjak tinggal dirumah sendiri kemampuan baking dan cooking saya jauh meningkat,  ini buat saya sesuatu yang luar biasa,  mengingat diri ini yang tidak pernah menyukai dapur zaman gadisnya.  Menikah,  punya anak, ternyata dua hal yang banyak mengubah dunia.
Last but not least persiapan yang paling menyenangkan adalah list ibadah harian yang nambah,  yaitu tilawah,  ibadah yang paling sering banget skip setelah punya anak (duh malunya)
selain itu karena kami berdua sepakat untuk tetap ibadah dari rumah sudah menyusun request surah-surah pendek yang dibaca saat tarawih,  ini adalah salah satu usaha untuk menjaga hafalan juz 30 kang suami yang udah nyaris menguap (yuk semangat yuk Kang, bisa hafal full se juz lagi)
Tidak terliht istimewa memang persiapan menyambut ramadhan ini.  Namun, semua persiapan yag dilakukan semata-mata untuk tetap on track denga batas minimal yang bisa saya dan suami lakukan.

Eits,  masih ada satu persiapan lagi,  yaitu mempersiapkan Una untuk belajar puasa.  Ini tugas yang tidak ringan bagi kami,  karena sedari awal haruslah menanamkan konsep puasa yang benar kepada Una.  
Kelihatan ringan yaa,  tapi bagi kami ini cukup menantang.  Puasa itu salah satu rukun islam,  jadi pengetahuan ini cukup basic dan harus diajarkan sedari dini.
Di usia Una yang menuju 4 tahun sudah cukup nyaman diajak berkomunikasi dan diajak berlogika sederhana,  kemampuan komunikasi Una yang luar biasa menguji kesabaran adalah tantangan utamanya.  Manteman yang punya tips mengajari anak puasa sila-sila bagi-bagi di kolom komen,  mana tau bisa di amati, tiru, modifikasi, dan perjuangkan.

Demikian persiapan ramadhan tahun ini,  masih ditahun penuh segala uji,  jadi harus lebih strong dan happy.
Eh tadi sudah terakir ya?
ternyata masih ada satu persiapan lagi,  yang nyaris terlupa tapi penting adanya, yaitu membuat jadwal harian !!!
Tentu saja jam produktif di bulan ramadhan akan sangat berbeda dengan hari-hari biasanya,  karena dihari biasa pukul 15.00 - 17.00 WIB adalah WMS (waktu mamak selonjoran) wilayah Jerora dan sekitarnya,  tapi tidak dibulan ramadhan, karena jam-jam segitu itu jamnya rempong ribet sibuk entah apalagi yaa istilah yang mempu menggambarkannya.
Dibulan ramadhan saya akan membuka waktu sibuk saya pada pukul 07.00 WIB sedangkan hari reguler saya akan memulai saat sibuk pada pukul 08.00 WIB.  Lho kok bulan puasa bisa lebih pagi memulai hari ? iya bener banget haruslah pagi agar semuanya bisa segera terkendali pada pukul 15.00 hingga berbuka puasa.  Saya tidak ingin seperti tahun lalu rasanya sibuuuuuuuk sampai nugguin waktu maghrib masih berkutat di dapur.  Tahun ini saya ingin menanti berbuka dengan tilawah,  untuk mengejar banyak hal dihari-hari lalu.
Kemudian aturan waktu yag kedua adalah saya ingin beristirahat sebelum pukul 22.00 malam.  Dihari biasa saya akan tidur diatas pukul 00.00 karena beberapa pekerjaan yang tak selesai di jam sibuk.
Setelah mendengar beberapa informasi dan berusaha mencari sendiri tidur itu adalah hal penting yang sering disepelekan.  so, saya ingin mulai merubah gaya tidur saya selama bulan ramadhan.
Saya percaya masa pembiasaan diri untuk membentuk habbit adalah minimal 40 kali latihan,  walaupun ramadhan hanya dikisaran 30 hari saya berharap habbit dapat terbentuk.
Selain itu jadwal yang ingin saya mulai kendalikan adalah durasi penggunaan gadget, handphone maupun pc.  Akhir-akhir ini saya mendapat laporan dari aplikasi gadget bahwa rata-rata setiap hari saya menghabiskan 4 jam di depan ponsel dan 2 jam didepan laptop.  total 6 jam dan itu adalah seperempat dari total 24 jam waktu yang saya miliki.
Ini sepertinya sudah sangat berlebihan.
jadi ini akan coba saya kurangi durasinya dan memaksimalkan kandang waktu penggunaan gadget,  agar hidup tetap balance.
Kemudian kebiasaan baik yang akan saya selipkan dalam rencana kegiatan sehari-hari saya adalah 1 jam hadir utuh bermain bersama una-uno,  ya target saya hanya satu jam sehari dulu semoga akan terus bertambah seiring pembiasan kebiasaan baik ini.

Banyak ya rencana saya,
tapi saya yakin saya mampu dan bisa mengaplikasikan semua rencana ini dengan bahagia.
Selamat datang di dunia baru
Dunia penuh kata
Semoga saya kembali berbahagia
Bercerita dan berbagi makna

Selamat datang dunia baru,
Selamat datang aku

Terimakasih,
Rumbel Menulis Kampung Komunitas IP Kalbar
akhirnya saya ngeBlog (lagi)

Sintang, Hujan Penghujung 10 April




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Playdate Literasi Refleksi Relima pada Hari Kunjung Perpustakaan